Banyak Orang Masih Awam Jika Ingin Memiliki Hak Merek

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, menilai varietas beras putih Padang Pariaman Anai (Papanai) yang telah diuji, untuk memutuskan apakah harus didistribusikan dan ditanam secara nasional. Varietas ini adalah hasil dari pengembangan Kantor Pertanian Padang Pariaman dan merupakan tanaman pangan yang unggul, kata Kepala Dinas Pertanian dan Keamanan Pangan Padang Pariaman Yurisman Jacob di Parit Malintang, Kamis.

Tes pada nasi putih dilakukan di Bogor dari Rabu, 26 Juni hingga Jumat, 28 Juni, dan jika cocok, itu akan disetujui untuk ditanam di seluruh wilayah Indonesia, katanya. Varietas ini sangat cocok untuk didistribusikan ke seluruh Indonesia karena memiliki sejumlah kelebihan, ia yakin.

Keuntungan yang dimilikinya adalah tahan terhadap hama wereng coklat, penyakit ledakan, produksi tinggi dengan rata-rata 7,28 ton per hektar, lebih putih, dan rasanya lebih enak. Banyak Orang Masih Awam Jika Ingin Memiliki Hak Merek. Saat ini, padi hanya dikembangkan dan dibudidayakan di tiga kecamatan di Padang Pariaman, yaitu Lubuk Alung, Kampung Dalam, dan Sungai Limau, katanya.

Sekitar 40 persen dari produksi kami dibuat menjadi biji sehingga dapat dikembangkan ke daerah lain, sementara sisanya dikonsumsi oleh masyarakat, katanya. Baca saja tulisan mengenai servis pendaftaran merek murah. Variasi beras Papanai mendapatkan namanya dari daerah di Padang Pariaman dan Anai adalah nama bendungan Anai yang memasok 25 persen air untuk pertanian di daerah tersebut.

Varietas ini dimurnikan dari beras putih dan telah menerima sertifikat dari Departemen Pertanian pada Februari 2019.

Kehadiran putih Papanai benar-benar menguntungkan petani karena sejumlah jenis beras lainnya, yaitu IR 42 dan Batang Piaman telah menjadi mangsa wereng coklat, ungkapnya.

Sebelumnya, lima varietas lokal dari Kabupaten Padang Pariaman yang dapat digunakan petani untuk meningkatkan ekonomi, telah diakui oleh Kementerian Pertanian.

Pengakuan ini untuk menyatakan bahwa varietas hanya ada di Padang Pariaman, katanya.

Lima varietas lokal dari Kabupaten Padang Pariaman adalah beras putih Papanai, buah durian Talantam dari Kayu Tanam, durian Kunyik Patamuan, jambu Ampaweh, dan pinang harum.

Indonesia berupaya untuk memperdalam kerja sama dengan Korea Selatan di sektor industri, dengan tujuan meningkatkan perdagangan dan investasi.

Dalam upaya membuka peluang kerja sama yang lebih luas, Menteri Perindustrian Indonesia Airlangga Hartarto mengadakan pertemuan dengan Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Sung Yun Mo di Seoul, Rabu (26 Juni). Anda bisa juga bertanya ke permohonan hak atas merek. Hartarto mencatat bahwa pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan para pemimpin pada bulan September 2017.

Secara umum, ia berkomentar bahwa sektor bisnis dan ekonomi Indonesia dan Korea Selatan telah membuat kemajuan yang signifikan. Kerjasama strategis telah dilaksanakan di berbagai bidang, termasuk satuan tugas bersama untuk mempromosikan kerja sama ekonomi.

Kami memiliki Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Korea pada tahun 2019 yang menargetkan perdagangan bilateral hingga US $ 30 miliar pada tahun 2022, katanya dalam pernyataannya, Kamis.

Saat ini, Kementerian Perindustrian telah mencapai total 10 perjanjian kerja sama internasional dengan mitranya di Korea Selatan yang mencakup kerja sama antara unit-unit di dalam kementerian dan lembaga-lembaga pemerintah di Korea.

Secara umum, tingkat implementasi kerja sama antara Kementerian Perindustrian dan mitra di Republik Korea sangat baik, khususnya sembilan dari 10 perjanjian telah dilaksanakan, Hartarto menekankan.

Dalam pertemuan tersebut, sebuah perjanjian juga ditandatangani untuk kelanjutan kerja sama antara Kementerian Perindustrian Indonesia dan Dewan Riset Nasional untuk Ekonomi, Humaniora, dan Ilmu Sosial (NRC) Korea Selatan.

Perjanjian tersebut terkait dengan nota kesepahaman (MoU) tentang kerjasama untuk Industri 4.0 yang ditandatangani oleh kedua negara pada bulan September 2018.

Hartarto menguraikan bahwa kerja sama yang berkelanjutan akan mendorong penempatan para ahli teknis, termasuk mengorganisir penerapan Industri 4.0 di lima sektor industri otomotif, makanan dan minuman, tekstil, kimia, dan produk elektronik.

Sebagai tindak lanjut dari MoU, kami menandatangani perjanjian tentang kerangka kerja sama teknis dengan NRC, katanya.

Hartarto juga berbicara panjang lebar tentang perkembangan investasi industri dari Korea Selatan di Indonesia. Sebagai contoh, perusahaan baja POSCO telah berinvestasi dalam empat tahun terakhir untuk memproduksi tiga juta ton baja dari proses blast furnace ke slab.

Kami sedang membahas roadmap baja 10 juta ton di Cilegon untuk tahun 2025 dan kemudian membangun industri turunan dengan produk, seperti CRC (cold roll coil), tandasnya.

Sementara itu, di industri kimia, Lotte Chemicals telah mencapai tonggak pertama dengan membangun pabrik dengan investasi US $ 4 miliar. Pabrik ini diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2020.

Sementara itu, kami juga sedang berdiskusi dengan Hyundai Motor Corporation mengenai rencana investasinya di Indonesia.