Realisasi Investasi Asing Mencapai 99 Triliun Rupiah

Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, investasi pada 2018 naik 4,1 persen, dengan investasi dalam negeri sebesar Rp328,6 triliun dan investasi asing sebesar Rp392,7 triliun. Investasi sebagian besar masuk ke Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, Banten, dan Jawa Timur. Investasi dalam negeri mewakili peningkatan 25,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, investasi asing pada 2018 turun 8,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Lima investor asing terbesar di Indonesia adalah Singapura ($ 9,2 miliar, 31,4 persen); Jepang ($ 4,9 miliar, 16,7 persen); China ($ 2,4 miliar, 8,2 persen); Hong Kong ($ 2,0 miliar, 6,8 persen); dan Malaysia ($ 1,8 miliar, 6,2 persen). Pada kuartal keempat 2018, realisasi investasi berkontribusi Rp185,9 triliun, atau 25,8 persen dari keseluruhan investasi sepanjang 2018.

Pada kuartal Oktober-Desember 2018, realisasi investasi dalam negeri mencapai Rp86,9 triliun, naik 28,6 persen dari Rp67,6 triliun pada periode yang sama tahun 2017, dan realisasi investasi asing mencapai 99 triliun rupiah, turun 11,6 persen dari Rp112 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Deputi penjabat BKPM untuk pengendalian investasi Farah Ratnadewi Indriani menyatakan bahwa realisasi investasi pada kuartal keempat 2018 menciptakan 255.239 pekerjaan. Secara kumulatif, jumlah pekerjaan yang diciptakan tahun lalu mencapai 960.052. Badan ini mengeluarkan 1.239 nomor registrasi bisnis (NIB) per hari selama periode 2-11 Januari 2019.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Angka-angka itu dikeluarkan oleh unit baru agensi yang disebut layanan Online Single Submission (OSS), yang telah beroperasi sejak awal Januari. Rata-rata 1.239 nomor registrasi bisnis dikeluarkan setiap hari selama periode tersebut, dengan total 8.895 NIB investasi domestik, 541 NIB perusahaan skala kecil dan menengah (UKM), dan 486 NIB investasi asing.

Angka-angka tersebut dikeluarkan oleh unit baru agensi yang disebut layanan Online Single Submission (OSS), yang telah beroperasi sejak awal Januari tahun ini. Awalnya, layanan OSS berada di bawah menteri koordinator untuk urusan ekonomi sejak Juli 2018, tetapi BKPM mengambil alih tugas pada 2 Januari 2019. Sementara itu, investasi di industri manufaktur pada 2018 mencapai Rp222,3 triliun. Investasi domestik terbesar tercatat oleh industri makanan sebesar Rp39,1 triliun, diikuti oleh industri kimia dan farmasi sebesar Rp13,3 triliun.

Investasi asing terbesar masuk ke industri logam dasar, logam dan non-mesin seharga $ 2,2 miliar, diikuti oleh industri kimia dan farmasi ($ 1,9 miliar), dan industri makanan ($ 1,3 miliar).

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berbagi optimismenya atas peningkatan investasi dalam industri manufaktur pada tahun 2019, karena beberapa industri internasional telah menyatakan komitmen mereka untuk berinvestasi di negara ini.

Beberapa investor yang sudah beroperasi di Indonesia telah menyatakan keinginan mereka untuk memperluas (bisnis mereka). Ini adalah salah satu hasil dari pertemuan kami baru-baru ini selama Forum Ekonomi Dunia di Davos, kata Hartarto dalam sebuah pernyataan baru-baru ini. Sementara itu, Posisi Investasi Internasional (IIP) Indonesia relatif stabil pada kuartal ketiga 2018.

IIP Indonesia pada akhir kuartal ketiga 2018 mencatat kewajiban bersih $ 297,0 miliar, atau 28,5 persen dari produk domestik bruto, relatif tidak berubah dari pada akhir kuartal sebelumnya, menurut sebuah pernyataan dari BI di sini baru-baru ini.