Penerapan GCG di Sektor Keuangan Sangat Penting

Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap bahwa industri perbankan akan terus meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) di tengah dinamika transformasi model bisnis sebagai akibat dari revolusi industri 4.0. Hasil survei yang dilakukan oleh industri perbankan di Indonesia menunjukkan bahwa penerapan GCG di industri keuangan masih dalam kisaran yang baik. Saya membayangkan bahwa itu harus sangat baik, kata Sri Mulyani di Indonesia Banking Expo (IBEX) di Jakarta pada hari Kamis.

Dia mencatat bahwa penerapan GCG di sektor keuangan sangat penting karena fakta bahwa industri ini merupakan bisnis berbasis kepercayaan. Perkembangan teknologi saat ini adalah sesuatu yang harus diterima dan dirancang untuk memasuki sektor industri keuangan. Follow this one. Karena itu, Sri Mulyani mengingatkan industri keuangan bahwa ia harus mengingat tata kelola perusahaan yang baik ketika merancang transformasi teknologi.

Tidak peduli apakah itu mata uang atau uang digital, itu adalah milik orang lain yang telah mereka percayakan kepada kami. Tidak peduli bagaimana model bisnis berubah, pandangan saya bahwa dasar bisnis perbankan adalah kepercayaan dan kepercayaan tetap sama, katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PT Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan bahwa ada sejumlah gangguan teknologi yang dapat mengubah masa depan.

Beberapa di antaranya adalah komputasi awan, antarmuka pemrograman aplikasi (API), otomatisasi proses robot, kecerdasan buatan, dan rantai blok.

Menurut jasa seo langsung top, Semua gangguan ini, dengan semua kelebihan dan kekurangannya, kadang-kadang tampak menarik. Namun, kita perlu menyadari bahwa dampak transformasi digital harus dipahami dengan jelas oleh para pemangku kepentingan, tandasnya.

Indonesia Composite Index (IDX) melanjutkan rebound pada penutupan Kamis, menyusul aksi beli investor asing.

BEI ditutup pada 5.955,73, atau diperkuat oleh 97,43 poin (1,66 persen) dari pembukaan Kamis, serta 45 obligasi utama LQ45 yang terdaftar di 946,23, atau meningkat 20,44 poin (2,21 persen).

Presiden Departemen Riset Indosurya Bersinar Securities William Surya Wijaya mencatat di sini pada hari Kamis bahwa tindakan pembelian investor asing telah mendorong BEI untuk terus menguat.

Aliran dana asing relatif kuat untuk mendorong langkah BEI, katanya.

Menurut data Bursa Efek Indonesia, investor asing telah mencatatkan pembelian bersih asing senilai Rp1,02 triliun pada hari Kamis.

Wijaya mencatat bahwa aliran besar dana asing hari ini ada hubungannya dengan ekonomi fundamental domestik yang kuat yang membawa kepercayaan kepada investor asing untuk menempatkan uang mereka di pasar saham Indonesia.