Antisipasi Investor Terhadap Pasar Global Yang Lesu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai menunjukkan tanda-tanda pelambatan minggu ini sebelum libur nasional Idul Fitri yang berlarut-larut. Pasar diperkirakan akan melambat setelah aksi ambil untung pada hari Selasa, dan terlebih lagi, kita sedang mendekati liburan panjang, kata kepala penelitian Valbury Securities Alfiansyah di Jakarta, Rabu. Meskipun kecepatan melambat, IHSG dibuka lebih kuat pada Rabu pagi, meningkat 56 poin, atau 0,92 persen, menjadi 6.089,10.

Alfiansyah mencatat bahwa antisipasi investor terhadap pasar global yang lesu, termasuk bursa Asia, juga menyebabkan laju IHSG melambat. Investor akan bertindak untuk menyelamatkan portofolio mereka di tengah ketidakpastian yang mungkin timbul dari pasar global, katanya. Bahkan ketika ketidakpastian global ada atas belum ada kesepakatan yang dicapai mengenai perang perdagangan AS-Cina, Alfiansyah percaya bahwa harapan telah dihidupkan kembali dari pasar yang lebih stabil setelah klaim Trump atas kesepakatan perdagangan AS-Jepang yang ditandatangani pada bulan Agustus.

Namun, kesepakatan AS-Jepang hanya akan menawarkan dorongan positif kecil ke pasar, karena ada kekhawatiran yang lebih besar atas perang dagang AS-Cina sehubungan dengan yang sering dilakukan Trump membuat pernyataan kontroversial. Di antara pasar Asia yang lesu pada Rabu pagi, Nikkei Jepang turun 243,12 poin, atau 1,14 persen, menjadi 21.017,02; Hang Seng Hong Kong jatuh 122,47 poin, atau 0,45 persen, menjadi 27.268,34; dan Straits Times Singapura turun 7,32 poin, atau 0,23 persen, menjadi 3.158.

Kementerian Koordinator Kelautan saat ini sedang mempelajari potensi aspal Buton untuk diolah menjadi bahan bakar roket padat, selain itu digunakan dalam konstruksi jalan.

###############################################

Deputi Menteri Koordinator Sumber Daya Alam dan Layanan Kelautan Agung Kuswandono, ketika berpartisipasi dalam diskusi tentang energi di Jakarta pada hari Selasa, mengatakan penggunaan potensi aspal Buton perlu didorong, mengingat ukuran cadangan Indonesia, berdiri di sekitar 670 juta ton . Saya hanya tahu bahwa aspal dapat digunakan untuk komponen bahan bakar roket. Jika memungkinkan, mungkin harganya bisa naik dan kita bisa menjadi pemasok bahan bakar roket, katanya.

Namun, menurut Agung, penelitian lebih lanjut diperlukan mengenai potensi sumber daya alam, dalam bentuk aspal alam. Dia menambahkan bahwa penggunaan aspal Buton akan memiliki dampak yang sangat positif pada menekan impor aspal, yang telah mencapai hingga 500 juta dolar AS per tahun. Juga pada diskusi tersebut, Direktur New Ventures dari Grup Aspal Buton Agus Nuryanto mengatakan bahwa dimungkinkan untuk menggunakan aspal Buton sebagai bahan bakar roket padat.

Namun, Nuryanto mencatat bahwa perlu ada sistem yang murah untuk memproses aspal Buton, sehingga bisa digunakan sebagai bahan bakar roket padat.

Bisa jadi (menjadi bahan bakar roket padat), tetapi menjadi mahal karena aspal Buton harus dipisahkan terlebih dahulu, karena bentuk aslinya adalah seperti batu. Jadi, batu hitam itu digunakan sebagai aspal, dan proses ini mahal, katanya.

Agus menambahkan bahwa bahkan setelah diproses, konten di aspal Buton belum tentu kompatibel dengan bahan bakar roket padat yang saat ini digunakan. Bahkan, bahan bakar untuk roket tidak bisa dibuat sembarangan, untuk mencegahnya meledak.

Jadi, bahan bakarnya berbeda dengan aspal Buton. Jika Anda ingin menggunakannya, itu akan agak sulit, karena spesifikasinya berbeda, katanya.

Meskipun demikian, Agus didorong oleh penggunaan aspal Buton, selain pembangunan jalan. Menurut Agus, seperti shale, yang bisa menghasilkan minyak dan gas, aspal Buton juga dianggap memiliki potensi serupa.

Keduanya serupa, meski meski serupa, aspal Buton juga punya minyak. Diharapkan bahwa pemerintah akan menggunakannya, tidak hanya sebagai jalan aspal, tetapi juga untuk keperluan lain, karena cadangan yang sangat besar, katanya.

Pemerintah pusat telah merencanakan untuk mengalokasikan dana desa Rp5,023 triliun yang akan dicairkan tahun ini menjadi 5.411 dusun di 558 kecamatan di 29 kabupaten dan kota di Provinsi Papua. Pada tahap pertama, hampir 20 persen dana desa telah dicairkan di berbagai kabupaten dan kota. Kami mendorong efisiensi dan akuntabilitas dalam pemanfaatan dana desa, kata Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat Desa Donatus Motte di Biak, Selasa.

Dia mencatat bahwa keterlambatan distribusi dana desa di berbagai bagian provinsi terkait dengan laporan pertanggungjawaban tahap ketiga tentang pemanfaatan dana desa pada tahun 2018.

Persyaratan pertama untuk pencairan dana desa 2019 harus dipenuhi selain menyiapkan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana anggaran pada fase ketiga 2018. Dana desa yang dicairkan oleh pemerintah diharapkan untuk memenuhi persyaratan dalam beberapa pembangunan. program yang dilaksanakan oleh masyarakat pedesaan, tambahnya.